Wisata ke Malino

malinoBulan November 2014, saya berkesempatan kunjungan wisata ke TWA Malino. Perjalanan ini sebenarnya rangkaian Outbond SMK Kehutanan Makassar. Karena mendapatkan undangan untuk bergabung, maka kesempatan ini tidak saya sia-siakan. Saya bersama teman-teman Lab. Perencanaan dan Sistem Informasi Kehutanan Unhas bergabung bersama rombongan. Sebelum bercerita lebih jauh, berikut sedikit fakta seputar TWA Malino.

Malino adalah kelurahan yang terletak di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Daerah yang terletak 90 km dari Kota Makassar ke arah selatan ini merupakan salah satu objek wisata alam yang mempunyai daya tarik luar biasa.

Di kawasan wisata Malino sendiri, terdapat hutan wisata, berupa pohon pinus yang tinggi berjejer di antara bukit dan lembah. Jalan menanjak dan berkelok-kelok dengan melintasi deretan pegunungan dan lembah yang indah bak lukisan alam, akan mengantarkan Anda ke kota Malino. Kawasan tersebut terkenal sebagai kawasan rekreasi dan wisata sejak zaman penjajahan Belanda.

Malino memiliki gunung-gunung yang sangat kaya dengan pemandangan batu gamping dan pinus. Berbagai jenis tanaman tropis yang indah,tumbuh dan berkembang di kota yang dingin ini. Selain itu, Malino pun menghasilkan buah-buahan dan sayuran khas yang tumbuh di lereng gunung Bawakaraeng. Sebagian masyarakat Sulawesi Selatan masih mengkulturkan gunung itu sebagai tempat suci dan keramat. Suhu di kota Malino ini mulai dari 10°C sampai 26°C. dan ketika musim hujan, berhati hati sedang berkendara karena, kota ini sering berkabut dan jarak pandangnya 100 meter saja.

Perjalanan dari kota Makassar menuju daerah ini memakan waktu sekitar 2 jam. Wisata air terjun seribu tangga, air terjun Takapala, Kebun Teh Nittoh, Lembah Biru, bungker peninggalan Jepang, dan Gunung Bawakaraeng menjadi ciri khas kota Malino. Oleh-oleh khas daerah ini adalah buah Markisa,dodol ketan, Tenteng Malino, apel, wajik, dll. Malino juga menjadi daerah penghasil beras bagi wilayah Sulawesi Selatan.

Well, setibanya di Malino pada malam hari, tepatnya tengah malam, kami langsung istirahat untuk persiapan rekreasi esok harinya. Tempat pertama yang kami kunjungi yaitu Malino Highland, dimana tempat ini merupakan eks perkebunan teh yang dahulunya sangat sukses. Namun, karena lesunya industri teh, maka tempat ini berubah fungsi utamanya menjadi tempat wisata. Menjelang sore hari, kami bergeser ke Hutan Pinus Malino untuk bersantai bersama teman-teman. Setelah puas kami bersiap pulang ke Makassar.

DSC_1655

Hutan Pinus Malino

DSC_1708

DSC_1691

Berfoto di bawah pepohonan pinus

DSC_1441

Eks Pabrik Teh Malino HIghland

DSC_1554

Malino Highland

Walaupun hanya sehari, liburan kali ini sugguh berkesan. Ini kali pertama saya memasuki area Malino Highland.

About imantux

Menekuni GIS dan Remote Sensing. Menyelesaikan S1 dan S2 pada Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin. Tinggal di Makassar. Hobby Travelling dan Membaca. Bisa korespondensi via email imantuxm@gmail.com

Posted on February 23, 2015, in Travelling and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: