ESRI Indonesia kembangkan kerjasama dengan Universitas Hasanuddin

EsriESRI (http://esri.com) sebagai produsen Aplikasi GIS yang dikenal dengan nama ArcGIS (http://arcgis.com) kini membuka diri bekerjasama dengan universitas. Kerjasama ini dimaksudkan untuk memudahkan pengguna dalam lingkup akademik untuk mendapatkan original software. Mengingat bahwa harga ArcGIS yang lumayan tinggi mencapai ratusan juta, tentu para pengguna, apalagi level mahasiswa tidak akan mampu membelinya. Kalaupun ada sebahagian kecil, itupun dengan berpikir panjang. Akibatnya, penggunaan software ArcGIS bajakan tidak mungkin lagi ditanggulangi. ESRI Indonesia tentunya perlu melakukan terobosan dalam hal ini.

Mengawali kerjasama ini, telah dilakukan kuliah umum bertajuk “ESRI for Education” yang dilaksanakan di Gedung IPTEKS Universitas Hasanuddin. Kuliah yang dihadiri lebih dari 200 peserta tersebut menghadirkan pemateri Prof. Dr. Ir. Sumbangan Baja, M.Phill yang juga Dekan Fakultas Pertanian Unhas. Juga menghadirkan Fikriyah Winata dari ESRI Indonesia.

2 minggu kemudian, pada Tgl 27 Feb 2015, ditandatangani-lah MoU antara Universitas Hasanuddin – Badan Informasi Geospasial – ESRI Indonesia sebagai bentuk kerjasama multipihak. ESRI Indonesia sebagai penyedia software yang bisa digunakan untuk kegiatan penelitian dan membantu kerjasama antara BIG – Unhas. Unhas sebagai penerima software dari ESRI dan sekaligus bertugas sebagai Pusat Pengembangan Infrastruktur Data Spasial (PPIDS) BIG wilayah Sulawesi. BIG sendiri memberikan kepercayaan kepada Unhas untuk mengelola data spasial mengingat Unhas merupakan universitas terbesar di kawasan timur Indonesia dan dipandang telah memiliki kapabilitas yang cukup dalam hal ini.

Terbukanya ESRI dalam kerjasama ini, dalam pandangan penulis, tentu bukan tanpa alasan, mengingat ESRI sebagai korporasi yang bersaing dalam dunia perekonomian. Banyaknya pengguna software bajakan tidak lagi bisa dibendung. Apatah lagi, software-software open source kini sudah semakin banyak dengan kemampuan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebut saja Quantum GIS (http://qgis.com). Kerjasama ini tentunya mengharapkan implikasi jangka panjang agar para pemakai tetap setia pada ArcGIS dan suatu saat ketika bekerja pada korporasi akan membelinya. Tentu tidak gratis lagi kan?

About imantux

Menekuni GIS dan Remote Sensing. Menyelesaikan S1 dan S2 pada Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin. Tinggal di Makassar. Hobby Travelling dan Membaca. Bisa korespondensi via email imantuxm@gmail.com

Posted on March 1, 2015, in G I S. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: